Friday, September 28, 2012

SUKSES PROGRAM DIET VS MAKAN DI RESTORAN

Cara Cepat Hamil Alami Rahasia Dokter

Jangan lupa makan buah sebelum menyantap makanan utama di restoranSUKSES JALANKAN PROGRAM DIET SAAT MAKAN DI RESTORAN. Seseorang cenderung makan dua kali lebih banyak saat berada di restoran, risiko kegemukan pun semakin tinggi. Meski begitu, Anda tak perlu menolak ajakan makan malam di restoran. Ini dia sejumlah tips makan sehat di restoran, yang bisa menyukseskan misi langsing Anda.

1. Boleh makan dan minum apa saja, asal...
Tak bisa mengurangi frekuensi makan di restoran karena aktivitas yang menuntut Anda untuk selalu berada di luar ruangan? Mulailah memvariasikan menu. Misalnya, hari ini Anda memutuskan untuk makan steak atau pasta dengan kalori cukup tinggi, pastikan menu esok hari mengandung kalori rendah. Diet bukan berarti Anda pantang makan enak (yang biasanya berkalori tinggi), hanya cukup pastikan kalau jumlahnya sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan.

2. Tak mesti habis.
Itu sebabnya, berhentilah makan bila Anda merasa cukup dan bukan saat perut sudah kekenyangan. Walaupun uang yang dikeluarkan untuk membeli menu tersebut cukup menguras dompet, namun buat apa dipaksakan kalau akhirnya membuat Anda kegemukan, merasa bersalah, dan terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk ke gym. Jadi, dibanding mubazir, pilih saja menu dengan porsi kecil.

3. Nikmati kelezatannya.
Jangan sia-siakan uang yang telah Anda keluarkan dengan mengunyah dan menelan makanan terlalu cepat. Para ahli nutrisi juga menyarankan kita untuk mengunyah sebanyak 33 kali. Selain membuat lidah merasa lebih puas dan pencernaan menjadi lebih sehat, otak kita memiliki cukup waktu untuk mengantarkan sinyal kenyang ke perut. Pasalnya, perut butuh waktu 20 menit untuk merasa kenyang. Jika kita makan cepat, maka akan lebih banyak suapan dan makanan yang masuk dibanding saat kita makan perlahan.

4. Santap buah di awal.
Riset menyebutkan, nutrisi buah akan diserap baik oleh tubuh bila dimakan setidaknya 15 menit sebelum makan atau tiga jam setelah menu utama. Itu sebabnya, memakan buah di awal sangat baik untuk kesehatan, di samping menjaga kita agar makan tidak terlalu banyak. Pilihlah buah yang tidak terlalu matang atau manis.

5. Jus atau air putih?
Tak sempat makan buah, kita akhirnya memilih jus sebagai pengganti. Tapi hati-hati, jus juga bisa menganggu diet. Dalam buku The Inflammation Free Diet Plan, ahli nutrisi Monica Reinagel, MS, menyarankan untuk menghindari gula kala memesan jus. Pasalnya, buah sendiri memiliki kadar gula alami yang tak boleh diremehkan. Untuk itu, bila Anda merasa makanan hari ini sudah cukup berkalori tinggi, air putih tetap menjadi pilihan sehat.

6. Minimalkan dressing.
Bukan tak mungkin kalau dressing atau saus menjadi penyumbang kalori terbesar ketimbang bahan utama dalam makanan. Misalnya, saat memesan pizza, seringkali kita memesan jenis dengan keju berlebih (sebagai topping atau pelengkap di roti) atau saat memilih sayuran dalam salad, sebaiknya kurangi menggunakan saus mayonaise, thousand island atau bumbu kacang (untuk gado-gado). Termasuk hindari keju, minuman bersoda serta kentang goreng yang bisa menaikkan kalori burger daging (tanpa dressing) dari sekitar 400 menjadi 1.500 kalori.

7. Pilih rebusan atau yang dipanggang ketimbang gorengan.
Bila masih bisa memilih, sebaiknya hindari menu gorengan yang menyimpan kalori lebih banyak ketimbang menu rebus atau panggang. Tanyakan pada pelayan apakah ada kentang rebus atau panggang sebagai pengganti kentang goreng.

8. Jangan terpaku pada porsi.
Jangan menganggap kentang goreng atau cheese burger sebagai menu selingan karena porsinya yang kecil. Padahal cheese burger memiliki sekitar 600 kalori dama dengan lima tusuk sate ayam plus nasi.

9. Jebakan vegan junk.
Diet vegetarian dan menghindari daging tak selamanya sehat bila kita tetap mengonsumsi vegan junk yang mengandung kalori, lemak, gila tinggi. Vegan junk yang biasanya lolos dari "tameng" diet antara lain: roti gandum yang memiliki kalori sama dengan roti biasa, pasta, kue, tortilla chips, keripik kentang atau singkong, kentang goreng, dan selai kacang (dua sendok sama dengan 200 kalori).

10. Pesan hidangan pembuka.
Biasanya porsi hidangan pembuka lebih kecil dan ringan dari menu utama. Konsumsilah hidangan pembuka untuk menghindari makan berlebih di menu utama. Namun perhatikan menu utamanya, pilih menu direbus atau diolah mentah seperti salad dan sup. Program diet sukses vs makan di restoran


Artikel Selebriti dan Info Sehat Lainnya:

Judul Posting: SUKSES PROGRAM DIET VS MAKAN DI RESTORAN
Link Posting: http://selebriti-sehat.blogspot.com/2012/09/sukses-program-diet-vs-makan-di-restoran.html
Rating: 100% based on 99999 ratings. 100 user reviews.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...